Main Atrium, Tunjungan Plaza 3
Center Atrium, Mall Taman Anggrek
TEMA 2026
Merayakan Keberlanjutan yang penuh makna dalam perjalanan satu dekade Young Buddhist Association
Memasuki tahap baru dalam perjalanannya, Vesak Festival 2026 hadir dengan tema yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman: “Interbeing: Our Happiness, Our Shared Responsibility.” Setelah satu dekade perjalanan Young Buddhist Association dalam memperkenalkan, menumbuhkan, dan menguatkan nilai-nilai Buddhis di tengah masyarakat, tahun 2026 menjadi penanda penting sekaligus momen refleksi bersama tentang makna keterhubungan dalam kehidupan modern. Selama sepuluh tahun terakhir, Young Buddhist Association telah menjadi ruang bertumbuh bagi generasi muda Buddhis di Indonesia — sebuah jembatan antara ajaran spiritual dan realitas sehari-hari. Momentum satu dekade ini menjadi ajakan untuk kembali pada inti ajaran Buddha tentang paticca samuppāda, hukum kemunculan yang saling bergantung, yang dalam bahasa kontemporer dikenal sebagai interbeing. Ajaran ini mengingatkan bahwa kebahagiaan, penderitaan, dan kesejahteraan tidak pernah berdiri sendiri, melainkan lahir dari jejaring relasi antara diri, sesama, dan alam.
Kita diajak untuk memahami bahwa apa yang dalam ajaran Buddha disebut sebagai kekosongan (sunyatā) bukanlah kehampaan yang memisahkan manusia dari dunia, melainkan ruang kesadaran yang terbuka untuk melihat keterhubungan segala sesuatu secara jernih. Dalam kerangka paticca samuppāda dan interbeing, kekosongan justru menyingkap kenyataan bahwa tidak ada satu pun kehidupan — manusia, masyarakat, maupun alam — yang berdiri sendiri. Segala sesuatu hadir karena sebab dan kondisi yang saling menopang, membentuk jejaring kehidupan yang hidup dan dinamis. Dari ruang kesadaran inilah kita belajar melihat kehidupan apa adanya, tanpa kelekatan pada ego, kepentingan sempit, atau cara pandang eksploitatif terhadap alam. Ketika manusia menyadari bahwa dirinya terbentuk oleh relasi — oleh tanah yang ditanami, air yang mengalir, udara yang dihirup, serta komunitas yang menopang — muncullah kebijaksanaan untuk hidup lebih selaras dengan lingkungan. Dalam perspektif interbeing, merusak alam berarti merusak jaringan kehidupan yang juga menopang kebahagiaan kita sendiri.
Tri Suci Waisak menjadi momen bagi generasi muda untuk menyadari Interbeing — kesadaran bahwa diri, sesama, dan alam saling terhubung dan saling menopang. Dari pemahaman ini, generasi muda dapat belajar melihat dunia bukan sebagai entitas terpisah, melainkan sebagai jejaring kehidupan yang kompleks dan penuh makna. Dengan hati yang peka dan penuh mettā-karuna (cinta kasih) serta paññā (kebijaksanaan), mereka akan menghargai setiap makhluk, peduli terhadap penderitaan sesama, dan mengambil tindakan nyata untuk kesejahteraan bersama. Kesadaran akan interbeing menanamkan sikap tanggung jawab ekologis, sosial, dan emosional — menjadikan setiap tindakan mereka sebagai kontribusi bagi harmoni kehidupan. Melalui pengalaman ini, ajaran luhur Buddha hidup dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan generasi muda yang sadar, peduli, dan mampu menebarkan kedamaian bagi semua makhluk.
“Mempertemukan semua golongan untuk berbahagia di Pesta Umat Buddha”


Menjadi sebuah ajang selebrasi dan apresiasi terhadap Buddha Dhamma, yang diadakan setiap tahunnya pada hari raya Waisak guna memperkenalkan ajaran Buddha kepada masyarakat umum, baik Buddhis maupun Non-Buddhis.
Membawa manfaat nyata dari ajaran Buddha pada masyarakat, melalui nilai-nilai universal yang diajarkan sang Buddha, yang dapat langsung memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini disajikan secara menarik dengan mendayagunakan spiritual art.
Rangkaian tiga peristiwa agung dari kehidupan Sang Buddha, yaitu:
Pangeran Siddharta Gautama lahir di Taman Lumbini sebagai putra Raja Suddhodana dan Ratu Mahamaya. Kelahirannya menandai hadirnya pembawa Dhamma yang membimbing manusia keluar dari penderitaan. Sesaat setelah lahir, beliau melangkah tujuh langkah di atas bunga teratai dan menyatakan kelahiran terakhirnya. Tujuh hari kemudian Ratu Mahamaya wafat, terlahir kembali di surga Tusita, dan kelak menerima ajaran Abhidhamma dari Sang Buddha di surga Tavatimsa.
Pertapa Gautama — Setelah meninggalkan kehidupan istana dan menjadi pertapa, pada usia 35 tahun Siddharta Gautama mencapai pencerahan sempurna di bawah Pohon Bodhi. Dengan memahami Empat Kebenaran Mulia, beliau menyadari keterhubungan seluruh kehidupan, bahwa kebahagiaan dan penderitaan saling terkait. Pencerahan ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kebijaksanaan dan welas asih bersama.
Saat Parinibbana, Sang Buddha meninggalkan tubuh jasmaninya, menandai terbebasnya beliau dari siklus kelahiran dan kematian (samsara) setelah mengajarkan Dhamma terakhir kepada para murid di Kusinara. Walau raganya tidak lagi hadir di dunia, ajaran-Nya tetap hidup, mengingatkan bahwa kebahagiaan kita saling terhubung (interbeing) dan menjadi tanggung responsibility bersama. Momen ini menegaskan bahwa menjaga welas asih, kebijaksanaan, dan perdamaian adalah kewajiban setiap makhluk untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua.
Vesak Festival 2026 berakar pada ajaran Buddha tentang paticca samuppāda – bahwa segala sesuatu hadir karena sebab dan kondisi yang saling terkait. “Ketika ini ada, itu muncul.” Tidak ada kehidupan yang berdiri sendiri. Pemahaman ini dirumuskan secara kontemporer melalui konsep interbeing: bahwa ada selalu berarti saling-ada. Dari kesadaran inilah welas asih, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis tumbuh secara alami. Nilai interbeing bersifat universal dan hadir dalam berbagai tradisi:
Di Indonesia, nilai ini hidup dalam kearifan Nusantara: gotong royong, Tri Hita Karana, dan praktik hidup selaras dengan alam. Vesak Festival 2026 menjembatani ajaran Buddha dengan nilai lintas iman dan budaya, menjadikannya ruang perjumpaan yang inklusif dan relevan bagi masyarakat modern.
Main Atrium Tunjungan Plaza 3
Center Atrium, Mall Taman Anggrek
16+ aktivitas spiritual & budaya, dengan diorama megah sebagai pusat perjalanan Buddha.
















Diorama Mandi Buddha menghadirkan pengalaman spiritual simbolis dimana pengunjung dapat melakukan ritual memandikan rupang Buddha kecil, melambangkan penyucian batin dari kekotoran mental (kilesa). Ritual ini merupakan tradisi yang dilestarikan dalam perayaan Waisak sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Pangeran Siddharta.
Ciamsi Digital adalah inovasi modern dari tradisi Ciamsi yang dikemas secara interaktif menggunakan teknologi digital. Pengunjung dapat mengocok tongkat Ciamsi secara virtual dan mendapatkan pesan kebijaksanaan berbasis ajaran Buddha yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Tunnel merupakan lorong imersif yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan batin menuju pencerahan. Dengan pencahayaan artistik dan elemen visual yang menggambarkan siklus kehidupan, pengunjung diajak untuk merenungkan perjalanan spiritual dari kegelapan menuju cahaya kebijaksanaan.
Instalasi Pohon Bodhi merupakan representasi dari tempat Siddharta Gautama mencapai pencerahan sempurna. Pohon ini dirancang secara artistik dengan dedaunan yang bercahaya dan ruang meditasi di sekitarnya, mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan merenungkan kedamaian batin.
Rupang Buddha Besar merupakan instalasi utama Vesak Festival yang menjadi ikon dan pusat dari keseluruhan diorama. Setiap tahunnya, rupang ini menghadirkan konsep yang unik dan monumental sebagai representasi visual dari tema festival.
HIGHLIGHT
Dengan mengusung tema “Light of Compassion: Guiding the Next Generation”, Vesak Festival 2025 yang diadakan pada 7–12 Mei 2025 di Main Atrium, Tunjungan Plaza 3, Surabaya dan dilanjutkan pada 15–18 Mei 2025 di Center Atrium, Mal Taman Anggrek, Jakarta berhasil mengintegrasikan kolaborasi lintas keyakinan dan kepercayaan dalam rangka mendukung kemajemukan yang ada di Indonesia.
*Rupang Sanghadana akan di Blessing selama 10 hari Vesak Festival Surabaya dan Jakarta oleh anggota Sangha saat Puja Relik Buddha
Dapatkan Gelang Buddhis Eksklusif yang telah diblessing langsung oleh Anggota Sangha dengan desain istimewa yang hanya tersedia untuk para donatur Sanghadana.
GRATIS untuk Anda yang berdana di periode Early Bird.
Hanya sampai 3 April 2026
(Tiap paket memiliki kuota berbeda dan terbatas)
100% Dana Jubah akan dipersembahkan kepada anggota Sangha
yang hadir di perayaan Sanghadana di Surabaya dan Jakarta
Dana Rupang adalah kebajikan untuk mendukung pembuatan atau perwujudan Rupang Buddha sebagai sarana penghormatan, inspirasi, dan pengingat akan ajaran Buddha yang menginspirasi banyak kehidupan.
Dalam Vesak Festival 2026, kami membuka kesempatan Thavaradana (Dana Rupang). Rupang Buddha Kristal Lazuardi ini dirancang sebagai simbol kebajikan dan vibrasi positif, menciptakan suasana yang menenangkan di rumah, kantor, maupun ruang pribadi Anda.
Every contribution is a seed of virtue that helps menyalakan cahaya Dharma dalam perayaan Vesak. Mari bersama menanam kebajikan dan menyalakan cahaya Vesak
Vesak Festival 2026 hadir sebagai ruang publik inklusif untuk mengajak masyarakat lintas latar belakang merenungkan kembali keterhubungan hidup, menumbuhkan kepedulian, welas asih, dan tanggung jawab bersama terhadap diri, sesama, dan bumi.
Rupang Buddha transparan setinggi 5,6 meter dan lebar 4,6 meter ini dirancang dengan detail luar biasa, menggunakan struktur jaring kawat baja anti karat yang membentuk sosok Buddha yang agung, ringan, dan bercahaya.
Desain terbukanya merepresentasikan kesalingterhubungan—bahwa segala sesuatu tidak terpisah—di mana kebijaksanaan dan welas asih mengalir tanpa batas, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyentuh batin.
Selama 10 hari perayaan Waisak di Surabaya dan Jakarta, karya ini akan menjadi ikon utama Vesak Festival 2026, menghadirkan ruang refleksi dan inspirasi bagi ribuan pengunjung.
Lebih dari sekadar instalasi, karya monumental ini juga dipersiapkan untuk kembali memecahkan Rekor MURI, sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha—melanjutkan komitmen Young Buddhist Association yang telah menorehkan bagi perkembangan Dharma di Indonesia
±12.360 meter baja anti karat dirangkai presisi menjadi rupang Buddha transparan yang megah, diperkaya cahaya LED berintensitas tinggi yang memukau.


Setelah festival selesai, Rupang Buddha ini akan ditempatkan secara permanen di Vihara Mudita Center, Tomohon, agar bisa terus memberi manfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang ke depannya.
Mari ikut ambil bagian dalam Thavaradana Diorama Utama, dan bersama-sama menghadirkan karya Dharma yang tidak hanya indah, tapi juga bermakna bagi banyak hati, sekarang dan nanti.
yang dihadiri lebih dari 70 anggota Sangha, terbagi di Surabaya & Jakarta.
Sabtu, 30 Mei 2026
19.00 WIB
Minggu, 7 Juni 2026
17.00 WIB