Sumber Penderitaan

Sang Buddha memahami bahwa apa yang tidak bermanfaat adalah sumber penderitaan, sedangkan apa yang bermanfaat adalah sumber kebahagiaan. Keserakahan (Lobha), kebencian (Dosa) dan delusi (Moha) akan mengarahkan kita pada bahaya dan penderitaan, sedangkan penyelapannya akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan. Karena hal itulah, Sang Buddha selalu mengajarkan untuk meninggalkan apa yang tidak bermanfaat dan mengembangkan apa yang bermanfaat

10 hal yang tidak bermanfaat:

  1. Membunuh makhluk-makhluk (Paṇatipata)
  2. Mengambil apa yang tidak diberikan (Adinnadana)
  3. Melakukan pemuasan nafsu dengan cara yang salah (Kamesu micchacara)
  4. Berucap yang tidak benar (Musavada)
  5. Mentnah (Pisuṇavaca)
  6. Mengucapkan kata-kata kasar (Pharusavaca)
  7. Bergosip (Samphappalapa)
  8. Ketamakan (Abhijjha)
  9. Permusuhan (Byapada)
  10. Berpandangan salah (Micchaditthi)

Akar yang tidak bermanfaat meliputi:

1. Lobha
Adalah Keserakahan. Ketika orang serakah, dikendalikan oleh keserakahan, dengan pikiran dikuasai keserakahan, maka ia mengakibatkan penderitaan pada orang lain dengan alasan palsu seperti kebohongan, dengan membunuh, merampas, mencela dan dengan berpikir ‘aku berkuasa, aku ingin berkuasa’. Orang yang serakah bisa melakukan apa saja walaupun dapat menyakiti dirinya sendiri ataupun orang lain hanya untuk mencapai apa yang diinginkan.

2. Dosa
Adalah Kebencian. Kebencian menimbulkan keirihatian, rasa cemburu, perasaan tidak suka terhadap orang lain, perasaan dendam, perasaan tidak suka/penolakan terhadap suatu hal atau kondisi dan bahkan perasaan tidak suka terhadap diri sendiri. Orang yang diliputi kebencian, penuh dendam akan membawa penderitaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

3. Moha
Adalah kebodohan batin. Orang yang dikendalikan kebodohan batin (Moha) tidak bisa membedakan hal yang baik yang harus dilakukan dan hal buruk yang harus ditinggalkan. Tidak memahami mana hal yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat. Orang yang memiliki kebodohan batin bisa memiliki pemahaman bahwa pembunuhan, pencurian, berdusta adalah suatu hal yang wajar dilakukan dengan alasan apapun.