Look Inside

Sang Raja dan Warna Hijau

Alkisah hiduplah seorang Raja yang kepalanya sakit terus. Dia telah memanggil juru sembuh, dan berkeliling ke beberapa negara lain untuk harapan kesembuhan.

Sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang tabib yang sangat sederhana tetapi kesaktiannya tidak diragukan lagi. Ketika sang Raja mengeluhkan sakitnya, tabib itu dengan sangat enteng menjawab, “Yang diperlukan baginda hanyalah sering2 melihat warna hijau.” Setelah berucap begitu, tabib yang juga pertapa ini dengan santainya membalikkan badan dan meninggalkan Raja.

Karena kesohorannya, Raja percaya pada tabib itu, dan dia kembali ke kerajaannya dan menginstruksikan agar semua benda di sekitarnya diganti warna hijau, dari cat tembok, seragam tentara, sampai gelas dan piring. Dan benar, sakit kepala yang diderita Raja sembuh. Raja sangat bahagia dengan keadaannya, walaupun mungkin ada kerabat yang tidak suka dengan apa yang terjadi, karena kini tidak ada warna lain selain hijau.

Beberapa bulan kemudian, Raja mendengar bahwa pertapa yang pernah menyembuhkannya berada di kota di mana dia tinggal. Raja meminta prajurit untuk menjemput tabib sakti itu ke kerajaannya. Setelah bertemu, Raja memberikan hadiah serta menjamu orang yang berjasa ini. Raja mengajak pertapa itu berkeliling sambil memperlihatkan bahwa apa yang dinasihatkannya telah dilaksanakan  dan benar terbukti menyembuhkannya. Pertapa itu dengan sangat tenang dan muka yang datar, berkata “Baginda, apa yang anda lakukan?
Mengapa anda mengubah istana ini menjadi satu warna?” Dalam kebingungan baginda menjawab,
“Bukankah itu yang anda sarankan, agar saya banyak melihat warna hijau?”
“Ya, saya memang bilang begitu, namun mengapa anda ganti semuanya yang ada di sekitar anda dengan warna hijau, bukankah lebih bijak bila anda sendiri yang memakai kacamata berwarna hijau?”

Sering kali dalam hidup ini kita, saat menghadapi masalah, kita selalu berfokus pada hal yang diluar. Kita menyalahkan orang lain, kita menyalahkan keadaan, kita menyalahkan kondisi, dan kita berusaha memperbaiki hal2 yang di luar seperti Sang Raja pada cerita di atas. Kita lupa untuk melihat ke dalam diri kita: Apakah masalah itu timbul karena diri kita sendiri? Apakah ada ucapan atau perbuatan kita yang menimbulkan masalah itu? Apakah perasaan kita tidak bisa kita kontrol sehingga memperburuk keadaan? Bagiamanakah sebaiknya kita berpikir, berucap, bertindak dalam mengahadapi masalah tersebut? Sang Buddha pernah berkata:

Na paresam vilomani

na paresam katakatam

attanova avekkheyya

katani akatani ca.

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal,

yang telah atau belum dikerjakan oleh orang lain.

Tetapi perhatikanlah apa yang telah dikerjakan,

dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri.

Sebelum kita melihat ke luar ada baiknya untuk kita melihat ke dalam diri kita sendiri.

So…

Don’t forget…

to “Look Inside”!